Foto Nasib Para Pria 'Menyedihkan' Saat Pergi Belanja

Miserable Men (pria-pria menyedihkan) adalah akun di Instagram yang berbagi gambar para pria saat mereka pergi belanja dan menunggu pasangan mereka untuk menyelesaikan belanja, dari mulai memilih, mencoba pakaian, hingga membayar.

INSPIRASI CINTA: MENEMPUH RIBUAN KILOMETER UNTUK MENIKAH DENGAN KEKASIHNYA YANG LUMPUH

Gan Sook Yin, perempuan berusia 35 tahun ini mulanya 'bertemu' dengan Li Kang Yu di internet. Mulanya mereka mengobrol melalui chatting dan berlanjut dengan menceritakan kisah hidup masing-masing.

Kreatif, Petani Cina Panen Buah Pir Berbentuk "Bayi Budha"

Seorang petani Cina yang terinspirasi dari kisah ini kemudian ingin mengembangkan buah-buah pir nya sehingga berbentuk seperti bayi, dengan harapan bahwa idenya itu dapat meningkatkan harga jual buah pir nya sehingga dapat memperbesar keuntungan bisnisnya.

7 FENOMENA ALAM PALING LANGKA DI DUNIA

Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS.

7 KASUS KEMATIAN KARENA TERTAWA

Tertawa itu menyehatkan, tapi bila kita tertawa dengan berlebihan maka akan menyebabkan kematian. Berikut beberapa kasus kematian yang disebabkan karena tertawa

Rabu, 06 November 2013

Misteri Fenomena Poltergeist yang Menggemparkan Dunia

Sejak lama kita telah mengenal adanya fenomena aneh seperti rumah hantu, pertanda-pertanda kemunculan hantu dan sebagainya. Poltergeist bisa dikatakan membawa kejadian-kejadian aneh tersebut.


Poltergeist dalam bahasa Jerman diterjemahkan sebagai "roh yang berisik" atau "hantu yang berisik". Parapsikolog menyebut fenomena ini sebagai "Recurrent Spontaneous Psychokinesis" (RSPK). Namun, fenomena apakah sebenarnya poltergeist itu? Bisakah dinalar secara logika?

Fenomena Poltergeist memiliki beberapa karakteristik umum antara lain:

1. Barang-barang yang bergerak sendiri, bahkan benda-benda yang berat.
2. Pintu dan jendela yang dibuka/ditutup oleh mahkluk tak kasat mata.
3. Suara erangan, jeritan, ledakan, tumbukan, goresan, ketukan di lantai, pintu, dan dinding.
4. Langkah-langkah berat.
5. Tempat tidur yang bergetar.
6. Bau busuk.
7. Kebakaran misterius.
8. Gangguan fungsi peralatan listrik.
9. Penampakan dan bahkan serangan fisik.
10. Lemparan batu, bata, bahkan kotoran.


Tanda pertama yang biasanya muncul dalam kejadian poltergeist adalah lemparan batu, rumah-rumah korban dibombardir oleh batu atau bata kadang selama beberapa hari atau bahkan minggu sebelum fenomena tak terjelaskan yang lain muncul. Aktivitas poltergeist sangat mungkin menjadi dalang kekacauan di Rumah Hantu Amityville.


Poltergeist dalam Sejarah


Sebuah point yang sangat penting tentang fenomena poltergeist adalah bahwa fenomena ini telah muncul sepenjang sejarah dalam banyak budaya dan umumnya memiliki karakteristik yang sama.

Sejarawan pada abad pertama Yahudi, Josephus, menggambarkan fenomena "kepemilikan" yang saat ini lebih dikenal sebagai poltergeist.

Jacob Grimm, menulis dalam bukunya Deutsche Mythologie, menjelaskan sejumlah kasus, termasuk didalamnya kejadian mengenai batu-batu yang dilemparkan, orang ditarik keluar dari tempat tidur, terdengar ketukan dan suara keras, dll.

Pendeta dan penulis Giraldus Cambernsis menggambarkan sebuah rumah di Pembrokshire yang dihuni roh jahat, dikatakannya banyak benda yang dilempar, pakaian yang dicabik-cabik, dan bahkan roh bisa bicara secara terbuka tentang rahasia-rahasia orang.

Selama beberapa ratus tahun terakhir, lebih banyak kasus terkenal yang terjadi, termasuk kasus 'Tedworth Drummer' di Inggris pada 1661, dimana sebuah drum yang dimiliki seorang pengemis yang sedang dipenjara, drum itu bermain sendiri.

Lalu diikuti fenomena lain seperti kursi yang dilempar, tempat tidur dengan pelayan di atasnya tiba-tiba terangkat, dan banyak suara menggaruk yang keras.


Kasus Enfield Poltergeist



Dua kasus modern yang terjadi adalah "Enfield Poltergeist" dan "Mackenzie Poltergeist". Enfield Poltergeist adalah serangkaian kejadian poltergeist yang terjadi di Inggris antara agustus 1977 dan september 1978, ditambah ledakan pada Agustus 1980.

Fenomena itu terjadi di Enfield London utara disebuah rumah yang disewakan pada Peggy Hodgson, single parent dengan empat anak.

Selama waktu tersebut, furniture pindah sendiri, terdengar suara ketukan di dinding, mainan anak-anak dilemparkan dan menjadi terlalu panas jika disentuh, genangan air di lantai, angin dingin, serangan fisik, munculnya graffiti, malfungsi dan kerusakan pada berbagai peralatan, dan bermacam benda dilempar disekeliling rumah.

Setelah mengunjungi rumah tersebut, George Fallows, seorang reporter senior untuk Daily Mirror, menyarankan agar Society for Psychical Research (SPR) dipanggil untuk menyelidiki.

Serangkaian kejadian menegangkan pernah terjadi pada sebuah kasus yang dikenal sebagai poltergeist Mackenzie (dan konon masih terjadi) pada 1999 di Greyfriars Kirkyard, Edinburgh.

Peristiwa tersebut dipicu oleh seorang tunawisma yang bermalam di sebuah mausoleum milik Sir George Mackanzie yang meninggal pada tahun 1691.

Sir George Mackanzie selama hidupnya dikenal sebagai penganiaya haus darah dan aktivis Presbiteraian. Tunawisma tadi tidak sengaja membuat kerusakan di peti mati Sir Mackenzie, dan tiba-tiba ia berlari dan menjerit setelah menyaksikan terror di tempat tersebut.

Ia ditemukan oleh polisi dalam keadaan mengigau. Sejak saat itu banyak fenomena aneh pada malam hari bermunculan di Kirkyard dan area sekitarnya.


Kasus Mackenzie Poltergeist


Rumah di sekitar terganggu oleh benda-benda yang berterbangan. Sedangkan pengunjung situs sendiri mengalami perasaan panas atau dingin yang ekstrim, menderita luka dan memar dari penyerang yang tidak diketahui, tenggorokan mereka dicekik, mantel mereka ditarik, bahkan mereka bisa tak sadarkan diri oleh kekuatan tak terlihat.


Penjelasan Fenomena Poltergeist

Jadi apa yang menyebabkan fenomena poltergeist? Selain pengakuan palsu dan berlebihan yang meskipun berlaku untuk beberapa kasus, tidak berarti berlaku untuk semua.

Teori yang populer adalah poletergeist disebabkan oleh manusia, terutama gadis remaja. Para peneliti percaya bahwa remaja bermasalah secara tidak sadar memanipulasi obyek menggunakan psikokinesis, jenis energi yang dihasilkan otak.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Rhine Institut Parapsikologi di Duke University, Durham, North Carolina, aktivitas poltergeist adalah expresi fisik dari trauma psikologis.

Namun, penjelasan yang lebih natural sering menjadi penyebab dari fenomena poltergeist. Elektromagnetik Interference (EMI) telah ditemukan dibalik beberapa kasus poltergeist. Dan ada peningkatan jumlah bukti yang menunjukkan bahwa hal itu bisa menjelaskan lebih banyak kasus.

Mungkin pengetahuan tersebut bisa membantu menjelaskan kasus poltergeist seperti pada Eleonore Zugun dan Carol Compton (sang manusia api). Namun ini tidak menjelaskan bagaimana daya yang dihasilkan cukup untuk memindahkan benda-benda seperti furniture yang berat, atau ruang mandi dengan bebatuan, membuat objek muncul entah dari mana, atau memulai kebakaran.

Ada juga sejumlah kasus poltergeist pada orang yang tidak memiliki masalah psikologis sama sekali, ada juga fenomena poltergeist pada sebuah keluarga yang bahkan tidak ada remaja sama sekali didalamnya.

Lalu apa penjelasannya? Selain itu bahwa ada jutaan remaja bermasalah di seluruh dunia, tapi sebagian besar tersebut tidak menyebabkan aktivitas poltergeist. Peneliti lain telah menunjukkan bahwa entitas roh bertanggung jawab atas poltergeist.

Namun 'roh' secara ilmiah tidak bisa diselidiki, meskipun ada rekaman suara yang menarik dari kasus poltergeist Enfield. Namun, jika kita hitung, kejadian ekstrim yang diduga aktivitas poltergeist sendiri adalah berlebihan.

Meskipun demikian, sampai sekarang belum ditemukan penjelasan yang cukup meyakinkan untuk fenomena poltergeist. Kasus-kasus poltergeist secara signifikan menunjukkan karakteristik yang serupa selama periode waktu yang sangat lama dan dalam budaya yang sangat berbeda.

Keanehan dan ke-konsistennya mungkin membuat poltergeist menjadi misteri abadi yang tidak dapat dijelaskan.


Sumber :
anehdidunia.com

Selasa, 05 November 2013

6 Jenis Pijat yang Aneh

Soal teknik pijak-memijat, di beberapa negara di dunia ini, seperti Swedia, pijat dengan menggunakan batu panas atau memijat jaringan kulit bagian dalam bukanlah satu-satunya cara paling aneh.

Masih banyak jenis pijat aneh bin ajaib, seperti misalnya berikut ini.


1. Pijat Gajah


Sebuah pertunjukan gajah di Chiang Mai, Thailand, memungkinkan seekor gajah yang terlatih untuk memijat Anda dengan lembut dengan cara menginjak punggung Anda. Hiiii, semoga si gajah benar-benar terlatih.



2. Pijat Kaktus
Foto: qtgoldcoast.com.au


Mungkin terapi pijat dengan menggunakan kaktus terdengar tidak nyaman, tapi pijat kaktus adalah spesialisasi di Four Season Punta Mita, Meksiko. Jangan khawatir! Duri akan dicabut sebelum alat kejut kaktus dipanaskan dalam air hangat. Kaktus itu kemudian akan dipotong setengah untuk mengeluarkan bagian lengket yang ada di dalam. Bagian itulah yang akan digunakan untuk memijat tubuh Anda.


3. Pijat Pisau
Foto: chillhour.com

Dipopularkan kembali di Taiwan, terapi pijat asal Cina kuno ini menggunakan dua parang untuk memijat. Secara lembut akan digunakan pada punggung dan bahu pasien, gunanya untuk melepaskan energi tubuh dan membantu aliran darah.


4. Pijat Ular

 
Foto: ibnlive.in.com

Sebuah spa di Israel menggunakan kombinasi enam ular yang tidak berbisa untuk memijat tubuh Anda, mengurangi rasa sakit pada otot dan nyeri. Semakin besar ular yang digunakan, semakin dalam pula pijatannya. Di Indonesia, ular akan dibiarkan merayap di punggung untuk merangsang ketakutan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan metabolism tubuh.





5. Pijat Venik
 
Foto; bearanddoebanya.com
 
Di Rusia, saat Anda mandi akan ada bagian di mana dapat melakukan pijat dengan memukul-mukulkan seikat ranting yang dipanaskan ke tubuh Anda. Ranting tersebut biasanya dari pohon birch, oak, atau kayu putih. Teknik pijat ini dipercaya dapat membantu pengelupasan kulit mati.


6. Pijat Handuk Api

Foto: blogcritics.org

Sebuah pengobatan Cina kuno dengan menggunakan handuk yang direndam alkohol dan “obat mujarab” lalu ditempatkan pada daerah yang bermasalah. Handuk tersebut akan menyalakan api selama beberapa detik.


Sumber:
plasa.

Mengapa Tembok Cina Kuat Berabad-abad?

Tembok Raksasa Cina sudah ada sejak ratusan tahun. Panjangnya mencapai 8.851 km. Telah menarik perhatian peneliti mengapa tembok ini begitu kuat hingga sekarang.

Menurut ilmuwan China, Dr. Zhang Bingjian, pakar kimia dari Universitas Zhejiang, menyimpulkan rahasianya  terletak pada ketan yang digunakan sebagai perekat campuran semen. Para pekerja membangun Tembok Besar pada jaman Dinasti Ming, sekitar 600 tahun silam dengan mencampurkan tepung ketan dengan kapur, sebagai bahan standar campuran perekat.



"Campuran perekat semen kuno tersebut, terdiri dari semacam campuran khusus organik dan anorganik. Komponen organik, amilopektin, berasal dari bubur ketan yang ditambahkan ke dalam campuran semen," ujar Dr. Zhang.

Komponen anorganiknya adalah kalsium karbonat dan komponen organiknya adalah amilopektin yang berasal dari ketan. Amilopektin membantu menciptakan mikrostruktur padat, menjadikan Tembok Besar lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar.

Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan, bahan makanan pokok Asia Timur, merupakan salah satu inovasi tekhnis terbesar pada saat itu, yang membantu berbagai pusara, pagoda dan tembok pada jaman Dinasti Ming dari hantaman cuaca, gempa bumi serta bencana alam lainnya.


Sumber:
thelowback

Uniknya Indonesia, Rumah Kerucut Wae Rebo

Di ketinggian 1100 mdpl, rumah-rumah beratap kerucut itu menghadirkan kekaguman akan sebuah budaya yang unik dan luhur. ItulahWae Rebo, sebuah kampung di punggung gunung yang terpencil di pedalaman Manggarai. Tepatnya  di desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Barat Flores.

Perlu persiapan fisik dan logistik untuk mencapai Wae Rebo, karena harus jalan kaki dan mendaki. Medannya pun lumayan melelahkan - jalan tanah yang berlumpur dan berbatu - kalau tak terbiasa. Sebaiknya kalau punya  rencana berwisata ke Flores, persiapkan juga fisik agar prima. Sayang kalau destinasi hanya ke Pulau Komodo tapi tidak mengunjungi Wae Rebo.


Foto: rolandtravel.co.id

Sementara bagi penjelajah alam, menuju Wae Rebo seperti perjalanan ke surga budaya yang mengagumkan. Tidak hanya keramahan penduduk kampung yang bakal menyambut kita, tetapi juga akan dimanja dengan aneka ragam vegetasi yang menarik, termasuk anggrek, palem, dan pakis yang berbeda. Serta populasi mengesankan kawananan burung yang seolah bernyanyi menyambut tetamu.


Awal Wae Rebo berkat musang
Konon menurut cerita setempat, Maro adalah orang pertama yang tinggal dan menetap di Wae Rebo. Diyakini berasal dari Minangkabau. Semula leluhur Maro tinggal di Wriloka, ujung barat Pulau Flores, pindah ke Pa’ang, lalu bergeser ke daerah pegunungan, Todo. Mereka berpindah lagi ke Popo. Di sini terjadi peristiwa aneh.

Kisahnya bermula dari sepasang suami-istri. Meskipun sudah tiba saatnya, sang istri belum melahirkan. Tujuh hari pun berlalu sehingga diputuskan membelah perut sang ibu agar si bayi selamat.

Bayi laki-laki itu selamat, tetapi sang ibu meninggal. Keluarga sang ibu yang berasal dari kampung lain tidak bisa menerima kejadian itu. Mereka menyerang Kampung Maro. Namun, pada tengah malam sebelum diserbu, muncul musang di rumah Maro.

Maro pun berucap, kalau musang membawa berita baik harus tenang. Namun bila musang membawa kabar buruk, diminta mengeluarkan suara. Musang itu mengeluarkan suara dan menjadi penunjuk jalan ke tempat yang aman bagi Maro.



Musang menuntun warga Maro mengungsi. Setelah menjauh dari Popo, di tempat tinggi mereka melihat kampungnya dibumihanguskan. Mereka pindah ke Liho dan musang itu menghilang. Dari Liho, mereka ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu.

Di Golo Pandu, Maro bermimpi bertemu roh leluhur yang memberi tahu mereka harus menetap di suatu tempat yang ditunjuk dan jangan berpindah lagi. Ada tempat yang letaknya tidak jauh dari Golo Pandu, dan di sana terdapat sungai dan mata air. Itulah Wae Rebo.



Rumah atap kerucut yang harus tujuh.
Di Kampung adat Wae Rebo ada tujuh niang atau rumah adat, yakni Niang Gena Mandok, Niang Gena Jekong, Niang Gena Ndorom, Niang Gendang Maro, Niang Gena Pirong, Niang Gena Jintam, dan Niang Gena Maro.

Jumlah rumah adat tak boleh lebih dari tujuh. Setiap rumah dihuni 6-8 keluarga. Jika anggota keluarga makin banyak dan dirasa perlu membangun rumah baru, harus di luar kampung adat.



Rumah adat Wae Rebo berbentuk khas. Pada bagian bawah atau ruangan dalam berbentuk bulat dan bagian atas mengerucut beratapkan ijuk.

Niang Gendang Maro, semacam rumah adat utama, diyakini merupakan tempat leluhur pertama yang datang dari Minangkabau. Bangunan itu setinggi sekitar 14 meter, jauh lebih tinggi daripada 6 niang lainnya.

Ketika Anda mengunjungi Wae Rabo, Anda dipersilakan untuk menghabiskan malam di Mbaru Niang, untuk bersosialisasi dan makan bersama komunitas Wae Rebo. Anda akan tidur di tikar, sebuah tikar anyaman yang terbuat dari daun pandan di mbaru niang, dan mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya kehidupan dulu ketika keluarga besar masih menjalani hidup mereka di bawah satu atap. 

Sebagian besar orang bekerja di kebun mereka dari pagi sampai fajar, sibuk dengan panen kopi dan pengolahan kacang. Meskipun tenun bukan merupakan aktivitas utama di Wae Rebo, Anda mungkin dapat menemui beberapa wanita pengrajin kain  tenun songket tradisional. Para Tetua Adat akan memberi fasilitas tambahan jika Anda ingin tinggal di Wae Rebo untuk bermalam, ada beberapa pemandu lokal serta beberapa operator tur yang dapat mengatur jadwal tetap trekking  untuk Anda.

Pada Niang Gendang Maro ada tanda khusus. Di ujung atapnya ditancapkan Ngando, yang disimbolkan kepala kerbau, hewan yang dianggap terbesar. Kepala kerbau menjadi penanda telah dilakukan korban sekaligus pengesahan rumah adat dan kekuatan budaya rumah ini.

Pada bagian tengah rumah adat ada semacam tiang utama yang disebut bongkok. Wujudnya dua batang kayu yang disambung. Inilah Papa Ngando dan Ngando, simbol perkawinan lelaki dan perempuan. Rumah adat juga ditopang 9 tiang utama, yang menggambarkan kehidupan dari janin menjadi bayi melewati sekitar 9 bulan dalam rahim.



Bagian dalam rumah adat yang berbentuk bulat mengandung filosofi kesatuan pola hidup manusia yang mengisyaratkan kehidupan yang bulat, jangan diwarnai konflik, tetapi ketulusan, kebulatan hati, dan keadilan. Itu sebabnya musyawarah di rumah adat mengambil posisi duduk melingkar.

Ada pula molang, pada bagian belakang rumah, yang terbagi dalam tiga bagian, yakni dapur, ruang aktivitas keluarga, dan bilik tidur keluarga. ”Saat bayi lahir didekatkan ke periuk di dapur, sebab ada nyala api yang menghangatkan tubuh bayi.”

Selain itu, rumah adat utama ini terdiri dari 5 tingkat. Tingkat pertama rumah ini disebut lutur atau tenda. Lantai pertama ini digunakan sebagai tempat tinggal sang penghuni. Di tingkat kedua atau lobo adalah tempat menyimpan bahan makanan dan barang.

Naik satu lantai, di lantai tiga atau lentar adalah lantai yang digunakan untuk menyimpan benih tanaman untuk bercocok tanam. Sama seperti tingkat 1, 2 dan 3, tingkat juga memiliki namanya sendiri, yaitu lempa rae. Lempa rae adalah tempat untuk menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang berhasil. Nah, jika masuk di lantai paling akhir atau yang hekang kode, Anda bisa melihat aneka sesajian yang disimpan pemilik rumah untuk para leluhur.

Proses pembangunan rumah ini adalah tanpa menggunakan paku, melainkan dengan konsep pasak dan pen, dan diikat dengan rotan sebagai penguat setiap tulang fondasinya. Menurut cerita dari masyarakat ini, banyak sekali arsitek Indonesia dan luar negeri yang datang dan menginap untuk mempelajari konsep rumah adat Wae Rebo ini.



Aturan wisata


Perlu di perhatikan bagi para pengunjung ada beberapa kesepakatan diantara Masyarakat di sana yang menetapkan biaya admistrasi. Menurut salah seorang Tetua, uang administrasi serta pengelolaan uang tersebut adalah untuk biaya bahan makanan dan memasak makanan yang dibuat oleh para ibu serta pemeliharaan infrastruktur kampung seperti bahan bakar genset dan sumber air.  Secara berkala, hasil pengumpulan biaya administrasi itu akan dibuka bersama-sama oleh masyarakat dan diumumkan jumlahnya serta dibagi untuk pengelolaan kampung.

Biaya menginap di rumah adat Wae Rebo adalah Rp 225,000/orang sudah termasuk tiga kali makan. Jika tidak menginap, maka tamu dapat membayar Rp 100,000. 

Yang tidak boleh dilupakan adalah setiap tamu yang datang ke Wae Rebo harus melalui upacara Waelu. Para tetua adat akan memohonijin pada leluhur untuk menerima tamu serta memohon perlindungan hingga sang tamu meninggalkan kampung dan kembali ke tempat asalnya.













Sumber:

Misteri Penyebab Air Panas Lebih Cepat Membeku Terungkap?

Sebagian besar orang sudah mengetahui bahwa air panas lebih cepat membeku ketimbang air dingin. Namun bagaimana fenomena ini terjadi telah menjadi misteri selama bertahun-tahun.

Dikenal sebagai efek Mpemba, air berperilaku tak seperti kebanyakan cairan lain dengan membeku lebih cepat dan padat dari keadaan panas dibandingkan suhu kamar. Para ilmuwan telah mengajukan puluhan teori mengapa hal ini mungkin terjadi. Tetapi, tidak ada yang mampu memberikan penjelasan memuaskan.


Kini, sekelompok fisikawan dari Nanyang Technological University, Singapura, percaya bahwa mereka  mungkin telah memecahkan misteri tersebut. Para ilmuwan ini mengklaim bahwa penjelasan terletak pada interaksi tak biasa antara molekul-molekul air.

Setiap molekul air terikat dengan molekul air lainnya melalui ikatan elektromagnetik yang dikenal sebagai ikatan hidrogen.

Seperti diketahui ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Pada air, terjadi dua ikatan hidrogen di setiap molekulnya sehingga titik didih air lebih tinggi ketimbang asam florida.

Dr Sun Changqing dan Dr Xi Zhang dari Nanyang Technological University berpendapat bahwa hal ini juga menentukan bagaimana molekul air menyimpan dan melepaskan energi.

Mereka menilai, tingkat di mana energi dilepaskan bervariasi dengan keadaan awal air dan air panas dapat melepaskan energi lebih cepat ketika ditaruh dalam lemari pendingin.

"Proses dan laju pelepasan energi dari air bervariasi intrinsik dengan keadaan energi awal dari sumber," ujar Dr Changqing seperti dilansir laman Telegraph.

Pekan lalu, Dr Changqing dan Dr Zhang menerbitkan sebuah makalah di jurnal Scientific Reports yang menunjukkan bagaimana molekul air mengatur diri mereka sendiri ketika membentuk es. Keduanya juga menerbitkan sebuah makalah tentang arXiv Chemical Physics yang menjelaskan efek Mpemba .

Mereka mengatakan bahwa interaksi antara ikatan hidrogen dan ikatan kuat yang memegang atom hidrogen serta oksigen dalam masing-masing molekul bersama -dikenal sebagai ikatan kovalen- adalah yang menyebabkan efek Mpemba.

Biasanya ketika cairan dipanaskan, ikatan kovalen antara atom meregang dan menyimpan energi. Namun kedua ilmuwan ini berpandapat bahwa pada air, ikatan hidrogen menghasilkan efek tak biasa yang menyebabkan ikatan kovalen memendek dan menyimpan energi saat dipanaskan.

Hal ini, ujar mereka, mengarah kepada bahwa ikatan melepaskan energi dengan cara yang eksponensial dibanding jumlah awal yang tersimpan ketika didinginkan dalam lemari pendingin. Dengan demikian, air panas akan kehilangan energi lebih cepat ketimbang air dingin.

"Saat didinginkan di lemari pendingin, ikatan H-O melepaskan energi pada tingkat yang eksponensial tergantung pada energi awal yang disimpan dan karena itu efek Mpemba terjadi," kata Dr Changqing.


Sumber :
viva.co.id

Kisah Jambu Monyet dan Salah Kaprah Masyarakat

Buah yang selama ini kita kenal dengan jambu monyet (penghasil kacang mete) harusnya disebut mangga monyet.

Salah kaprah ini terjadi karena masyarakat kita melihat tampilan buahnya, merah segar seperti jambu. Akhirnya turun-temurun sampai sekarang kita sebut jambu monyet (konon, di hutan buah ini sangat digemari monyet).

 
Foto: cardochem.com
 
 
Jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan.

Yang lebih terkenal dari jambu mede adalah kacang mede, kacang mete atau kacang mente; bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan.

Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (pohonnya) dan cashew nut (kacang mete), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.

 
Foto: thedailykale.com
 
 
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sesungguhnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang lezat.

Secara tradisional kacang ini biasanya digoreng sebagai nyamikan teman minum teh atau kopi; sedangkan secara modern kini umum dijumpai sebagai pengisi dan penghias penganan semacam coklat dan kue-kuean.

 
Pizza kacang mete hmm mantaaaaaap / orangesandavocados.files.wordpress.com
 
 
Secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga (suku Anacardiaceae). Hal itu bisa dilihat dari kesamaan famili antarspesies.

 
Data: @Ning Nicky

 

Foto: mentalfloss.com

 

 
Oleh sebab itu, tidak salah jika kita menjuluki jambu monyet dengan sebutan si mangga monyet.












 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
kaskus

Senin, 04 November 2013

Air Mancur Indah di Jembatan Seoul

Layaknya sebuah kota megapolitan, Seoul didukung oleh kota-kota satelit di sekitarnya. Salah satu penghubung yang unik adalah jembatan penghubung distrik Seocho dan Yungsan, membelah Sungai Han di pusat Kota Seoul.

 
 

Jembatan Jamsu yang dibangun sejak 1980 ini kemudian direnovasi pada 2009 menjadikannya lebih dari sekadar prasarana transportasi. Suguhan utamanya adalah Moonlight Rainbow Fountain. Ini adalah pertunjukan air mancur jembatan paling panjang yang dicatat Guiness World Record.

Air mancur ini mengalir dari sisi kiri dan kanan jembatan, yang panjangnya 1.140 m. Debit air yang dikeluarkan sekitar 190 ton per menit. Air mancur tersebut jatuh di jarak 43 meter dari jembatan. Diiringi alunan musik, air mancur pelangi ini seakan menari.

 




Biasanya begitu senja datang, maka  200 lampu aneka warna menyinari air mancur yang terjun langsung ke Sungai Han di bawah jembatan tersebut. Inilah momen terindah untuk mengagumi air mancur yang berwarna-warni.

Untuk melihat langsung pertunjukan Moonlight Rainbow Fountain, wisatawan bisa mengunjungi Seoul pada bulan April-Oktober. Jam pertunjukan berbeda-beda tiap bulan, namun biasanya selalu ada pukul 12.00, 20.00, dan 21.00 waktu setempat. Moonlight Rainbow Fountain berdurasi 15 menit.





















Sumber:
mobgenic.